Kamis, 10 September 2015

Dia adalah ehehe-ku

 



Namanya shyla. Wajahnya sih sama kayak cewek2 pada umumnya. Gak bisa dibilang ganteng, walaupun seandainya dia maksa untuk pergi jum'atan sesering apapun. Gak akan bisa. 

Tapi untuk membuat lelaki untuk jatuh hati padanya mungkin sangatlah mudah. Ga perlu dipaksa, karena pasti dengan senang hati kami (kaum lelaki) akan melakukan itu.

Aku entah orang keberapa yang suka sama dia. keseratus ribu triliun? Entahlah.

Aku kadang kasian kepadanya, dengan wajah yang mustahil untuk dikatakan jelek itu, pasti dia sering bimbang dalam memilih, yang karena sudah mungkin akan begitu banyak lelaki yang ingin dekat, katakanlah untuk jadi pacarnya.


Kadang, pada pilihan yang sedikitpun kita masih suka dibikin bimbang untuk memilih, apalagi banyak? Terlebih dia juga perempuan. Pasti ribet. Kasian.

Tapi kali ini aku mau sombong, karena sekarang dia adalah pacarku. Oiya, namaku adalah tandjidin. Usiaku masih remaja, gak mau nyebutin lebih spesifiknya berapa, silakan tebak sendiri.
Aku phobia ya, sama orang ganteng. sebab itu di rumahku ga ada kaca ataupun cermin. (Kaca sama cermin beda kan ya? Iya pasti.) 

Aku anak tunggal dari 3 bersaudara, yang 2 saudaraku udah mati, tapi jangan salahkan aku. Aku cuma ga tau aja, kalau minuman yang aku kasih ke mereka itu adalah thinner. Kirain air putih biasa. Tapi itu ga penting juga untuk dibahas.

Ayahku seorang pengangguran, tiap pagi kerjaannya cuma begadang, terus pas malem ketiduran sampe datang pagi lagi. Gitu terus sampai aku kesel sendiri melihatnya. Aku benci dia. Pokoknya aku benci. Buktinya aku ga pernah tuh minta uang jajan sama dia. Ga banget.

Aku kalau minta uang jajan, pasti selalu sama mamih, tapi kadang mamih juga pelit, waktu itu aku minta duit 20 juta buat nambel ban helikopterku aja dia cuma ngasih 12 juta. Kan kurang. terpaksa deh aku minta ke bunda 15 juta lagi.

Tapi bunda nanya, "buat apa?" , kujawab buat nambel ban helikopter.
"Udah, yang itu kasih ke abang2 bengkelnya aja, beli yang baru. Bikin bunda malu aja deh, nih bunda kasih koin emas sekarung, dihabisin."
"Oke bunda.. " 
Bunda emang paling ngerti deh, aku sayang bunda.

Mimih adalah istri pertama ayahku, dia dulunya janda kaya yang akhirnya nikah sama ayahku. Ga jelas juga alesannya kenapa mau sama ayah, tapi katanya dia nikah biar ga dikatain janda aja. Aneh abis.

Sedangkan bunda adalah istri muda, papahku. iya, Aku juga bingung aku ini sebenernya anak siapa, tapi bodo amat deh, yang penting aku bisa beli helikopter baru buat ngajak shyla jalan2 sambil main layangan.

Selain punya 1 ayah, mimih, papah dan bunda. Aku juga punya 1 bapak dan ibu. Diantara semua yang ngaku2 orangtuaku. Aku paling curiga kalau bapak dan ibulah orang tua kandungku. Soalnya cuma dia yang ga kaya. Tapi karena aku anaknya baik, yaudah aku ga mau curiga. Takut dosa. Hii 

Ya, itulah sedikit tapi panjang cerita tentang keluargaku, semoga tidak bermanfaat sama sekali. Kembali ke shyla. Hmmm.. Oke, aku mau cerita kenpa dia bisa jadi pacar aku.

sebagai cewe cantik, ga ada salahnya juga dia orangnya selektif, dan banyak minta syarat kepada setiap cowok yang ingin menjadi pacarnya. Beberapa yang aku tau, syaratnya ga macem2 sih, standarlah, tapi sayang semuanya gagal untuk menyanggupi. 

Diatara syaratnya yaitu:
1. Harus ganteng. 
(Wajar, kan dia cantik) tapi pernah tuh, ada cowo ganteng ngedeketin dia, eh tapi malah ditolak juga, soalnya cowo gantengnya mitha the virgin.

2. Setia.
Perempuan mana sih yang rela diselingkuhin? Ga tau juga ya, aku kan cowo. Itu tadi maksudnya aku nanya ke cewe2 lain. Aku tebak pasti ga ada yang mau, kalaupun ada aku akan menganggap dia aneh. 

3. Tajir.
Ketika syarat pertama dan kedua dishanggupi, selalu syarat terakhir ini yang membuat pria2 gagal. Tapi ya gimana, untuk tampil cantik harus butuh perawatan dong? Perawatan butuh duit? Duit akrab dengan pria tajir. 

Inilah kesempatanku. Oiya mau ngasih tau dulu, poin 1 dan 2 nilainya masing2 cuma 10% di mata shyla. 80% lagi ada pada poin ke 3. 

Aku? Poin 1 dan 2 lolos dong, cuma untuk poin ketiga aku mengakali dengan sangat cerdas.
"Kamu kalau mau jadi pacar akau, nama kamu akan aku tulis juga di sini." Aku menunjuk pada kolom nama penerima hak waris pada surat warisan. "Nanti kalau mimih aku meninggal aku dan kamu bakal dapet warisan. Urusan kapan dia meninggal aku udah punya rencana." Aku menaikan alis. "Gimana?" 

 "Umm.." Terlihat shyla malu2 tapi najis, "aku sih mau2 aja, hehehe.. Tpi beneran di tulis ya nama aku di situ." Ucap shyla dengan manja sambil nunjuk surat warisan yang aku pegang. 

"Asik... Pasti dong.." 

Lalu kita jadian.

Gitu sih, terlihat sangat gampang bukan? Tapi diem aja ya, padahal sebenernya itu bukan surat warisan, tapi surat undangan pernikahan yang entah punya siapa. aku nemu. Shyla selain cantik dia juga goblok ya, ugh.. Yaudah.. Shylanya dateng nih, aku mau pergi dulu naik helikopter. Besok2 aku cerita lagi.. 

-etc